Google Adds

Teknologi berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) diartikan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi berkembang dengan evolutif atau perlahan-lahan semenjak penemuaanya pertama kali pada 200 tahun silam. Dengan kemampuan manusia yang semakin hari semakin meningkat, maka dengan demikian perubahan dan pengembangan teknologi jelas semakin canggih dan inovatif dari tahun ke tahun.

Tidak bisa dipungkiri, ketika kemajuan teknologi merambah masuk dalam  kehidupan manusia seiiring dengan perkembangan zaman, dimana setiap pekerjaan dengan mudahnya terselesaikan dengan berbagai inovasi dan kecanggihan buatan manusia yang terus di upgrade disetiap detiknya. Orang-orang dengan mudahnya bisa terkoneksi dengan sesama tanpa harus menempuh perjalanan ratusan kilometer untuk bertatap muka, bermodalkan aplikasi skype di smartphone misalnya, users (para pengguna) bisa menggunakan jasa teknologi VoIP (Voice over internet protocol) tersebut dengan berbagai fitur canggih seperti chatting, call dan video call untuk terhubung dengan orang lain secara gratis tanpa menggunakan provider telepon, tetapi cukup dengan mengaskses internet yang memadai. Hal lain yang tak luput dari pengamatan adalah bagaimana penggunaan sarana transportasi yang begitu vital dalam kehidupan manusia modern saat ini. Jika dahulunya penduduk muslim seantero dunia termasuk Indonesia melakukan perjalanan ke Arab Saudi guna memenuhi panggilan Allah dalam melaksanakan ibadah Haji dan Umrah menggunakan transportasi laut yang membutuhkan waktu berbulan-bulan, maka hal tersebut hanya akan menjadi cerita belakang ketika berbagai maskapai penerbangan hadir dan mampu mengantarkan para jamaah dengan waktu yang lebih cepat. Demikian juga berbagai contoh penggunaan teknologi yang telah tersebar dan dikembangkan hingga saat ini seperti teknologi internet, PC (personal komputer), smartphone, senjata nuklir, satelit dan sebagainya. 

Di era global, kemajuan teknologi tidak dapat dibendung lagi seiiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Para penemu dan pengembang semakin energik dan kreatif dalam memberikan warna baru dalam teknologi sehingga kecanggihan dan inovasi baru terus lahir demi memuaskan kebutuhan dan aktifitas manusia.

Umat islam harus menyadari bahwa sumber teknologi yang telah digunakan oleh manusia di belahan dunia saat ini merupakan anugerah Allah yang patut kita syukuri dan harus terus dikembangkan karena telah memberikan banyak manfaat dan kemudahan dalam berbagai hal. Meskipun pengembangan teknologi saat ini didominasi dan dimonitori oleh peradaban barat dalam satu abad terakhir, tetapi kesemuanya tersebut jelas bersumber dari Al-Quran sebagaimana yang termuat dalam surat Al-Anbiya ayat 80 yang artinya “ Dan telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihari kamu dalam peperanganmu, maka hendaklah kamu bersyukur (Kepada Allah)”. Dari keterangan firman Allah tersebut jelas bahwa teknologi sudah ditemukan pada zaman nabi-nabi terdahulu walaupun dalam bentuk dan variasi yang berbeda, tetapi jelas sumbernya telah tertera dalam kalamullah.

Ketika Al-Quran di pelajari dan ditelaah lebih mendalam oleh bangsa-bangsa barat ketimbang oleh para ahli kitabnya sendiri (muslim), maka disaat itulah awal mula kekalahan telak bagi umat islam untuk bersaing dalam berbagai bidang seperti sains, teknologi, pertumbuhan ekonomi dan pertahanan negara. Gambaran ironis jelas terukir dengan nyata bahwa negara dengan penduduk yang bermayoritaskan muslim terlihat sangat lemah dan terbelakang khusunya dalam bidang sains-teknologi dan penerapannya jika dibandingkan dengan negara-negara kawasan barat. Alhasil negera-negara maju terus didominasi oleh negara-negara yang notabenya non muslim seperti Amerika serikat, Jepang, Inggris, Jerman dan sebagainya.

Santri dan Teknologi

Penggunaan teknologi memang telah mendunia dan tersebar luas dalam kalangan masyarakat, mahasiswa, pegawai kantoran, dan sebagainya. Para penikmat teknologi cenderung lebih modern  karena pengaruh teknologi yang digunakan berdampak bagi kehidupann mereka.

Dengan adanya pemanfaatan teknologi, setiap pekerjaan akan terasa lebih mudah dan cepat. Akan tetapi, tidak semua penggunaan teknologi akan menjurus kepada dampak yang positif dalam hal penggunaannya, bahkan tidak sedikit dari kecanggihan tersebut berimbas dengan hasil negatif yang tentunya salah digunakan oleh para user. Sejatinya setiap hal yang diciptakan akan menjurus kedua aspek positif atau negatif, dan itu tergantung dari pemanfaatan dan penggunaannya. 

Dewasa ini, pemanfaatan teknologi juga telah diaplikasikan oleh para santri untuk menunjang kebutuhannya baik dalam belajar, mengajar, dan sebagai penunjang kegiatan lainnya demi kemudahan dan ketepatan guna. Penggunaan teknologi oleh para santri menunjukkan sebuah revolusi tradisional kepada modern agar santri juga bisa bersaing dan melek terhadap kecanggihan teknologi (IT) dalam persaingan dunia global.

Menarik untuk disimak bahwa kebanyakan dayah di Aceh masih kental dengan lingkungan orisinil (tulen) akan warna dan corak tradisionalnya sehingga aroma khas kedayahan di zaman-zaman terdahulu masih bisa kita rasakan. Ada sebagian oknum  berpendapat bahwa jika dayah terus menganut sistem tradisional dan jauh dari kemoderenan, maka para lulusan dayah diprediksikan akan gagal bersaing dengan derasnya aliran perkembangan zaman. Padahal hal tersebut bisa dikatakan hipotesa semata, karena banyak santri-santri dayah yang sudah di berikan training (pelatihan) tentang bagaimana penggunaan teknologi yang sedang  berkembang saat ini, bahkan tak jarang dari para santri tersebut menuai prestasi dalam pemanfaatan dan penggunaan teknologi (IT).

Pengenalan, pemanfaatan dan penggunaan teknologi di dayah jelas berbeda dengan beberapa lembaga lainnya, para santri yang berada di kelas awal cenderung tidak diperbolehkan untuk menggunakan kecanggihan teknologi karena bisa jadi tidak sinkron dalam penggunaanya. Mereka harus menunggu hingga setidaknya duduk di kelas 3 atau bahkan hingga selesai/lulus dalam kelas teratas supaya bisa masuk dalam dunia teknologi. Hal ini jelas tergantung masing-masing dayah dalam hal menerapkan aturan tersebut. Akan tetapi, yang perlu di ingat bahwa tidak semua dayah mengajari para santrinya menggunakan teknologi, bahkan dominannya dayah di Aceh, Pemanfaatan teknologi tidak masuk dalam kurikulum dayah karena peran dan fungsi lembaga ini secara umumnya dapat digambarkan sebagai tempat pembekalan ilmu agama bagi para santri melalui kitab-kitab yang telah terbingkai seperti kitab fiqih, tasauf, tauhid, dan kitab-kitab alat lainnya. Sangat jelas bahwa kemantapan teknologi sebenarnya tidak ada hubungan dengan visi dan misi dayah, akan tetapi kebutuhan tersebut bisa dikatakan sebagai kebutuhan tersier (ketiga) setelah kebutuhan premier dan sekunder. Dan tentunya para santri bisa mempelajari pemanfaatan teknologi melaui lembaga-lembaga khusus.

Untuk mengarungi sulitnya tantangan zaman, para santri di Aceh disarankan agar setidaknya menguasai ilmu-ilmu dasar IT atau bahkan hingga ke level yang lebih tinggi serta ikut berperan dalam memajukan dan mengembalikan Aceh ke era kejayaan seperti dahulunya. Zaman tentu terus berubah, para santri harus ikut andil dan menjadi pioneer (pelopor) dalam berbagai bidang dan itu termasuk pemanfaatan dan kecakapan dalam bidang teknologi.

0 comments:

Google Adds

HALAMAN

POPULAR POSTS

Powered by Blogger.